Rasa sebagai Kemampuan (karawitan)

Kita sering sekali mendengar kata rasa, kalau berupa makanan ada rasa pedas, asin , manis, gurih dan sebagainya, kalau untuk tubuh kita ada rasa mual, gatal, meriang, perih dan lain-lain, kalau kita menonton sinetron atau acara di televisi kita dapat merasakan rasa terharu, trenyuh, sedih, gembira, riang, khawatir, dll.

Tapi kali ini saya akan berbicara kata rasa dalam sebuah musik jawa/karawitan yang  mungkin saja ada beberapa kesamaan dengan kata rasa yang berada diatas sehingga rasa musikal jawa khususnya gending-gending  jawa yang proses penciptaanya oleh para empu karawitan selalu dikaitkan dengan  etika maupun estetika yang berada disekitarnya.

Kata rasa sendiri terdapat berbagai arti juga berbagai istilah dalam berbagai penggunaannya, beberapa kata umum yang sering digunakan sebagai persamaan dasar perasaan tentang rasa dalam pembicaraan yang berkaitan dengan musik misalnya : emosi  (affeet), suasana hati (mood), merasakan (feeling), ini melibatkan kata lain diantaranya : unsur (element), jiwa (saul), sifat (nature), watak  (personaliti), isi (kontent), suasana (atmosphere). Ketika kita merasakan sesuatu semua unsur ini ada dalam hati kita masing-masing, beberapa kata tersebut sering digunakan misalnya unsur musik sama dengan rasa musik.

  • Unsur yang berhubungan dengan rasa dan estetika adalah otak kita yang bisa membedakan berbagai macam gaya yang sebenarnya.
  • Etika jawa yang beredar secara umum, rasa dalam hal ini pengertian untuk memahami sesuatu
  • Untuk mengekspresikan perasaan yang benar dalam karawitan secara musikal tidak hanya mengetahui bagaimana cara bermain musik yang benar saja ( garap interpertasi ) akan tetapi dapat mengetahui kecocokan dalam situasi yang khusus contoh :

Ladrang Wilujeng digarap kosek alus / digarap rangkep oleh para empu karawitan

Ketawang Puspawarna digarap gecul

Jineman Uler kambang digarap dangdut

  • Sebagai pengrawit yang baik harus bisa memahami rasa dalam konteks ini, bukan hanya dapat bermain dengan ketepatan laras, tafsir waktu, tapi juga harus dengan rasa greget
  • Kemampuan ini dapat diperoleh dari empu, pengajar, akan tetapi akan lebih berhasil apa bila dilakukan sendiri melalui proses pengembangan bakat masing-masing
  • Jadi rasa sebagai suatu kemampuan adalah bagaiman seorang pengrawit dapat memahami sajian dalam konteks yang utuh.

18 Tanggapan

  1. Kunjungan balik Ki, semoga sukses selalu dalam melestarikan budaya tradisional khususnya wayang. Luar biasa, saya jadi merinding Ki, soalnya saya sendiri termasuk maniak wayang kulit sih. Semoga kita bisa saling tukar informasi ya Ki, salam persahabatan dari Pekalongan.

  2. Rasa yang baik dapat memanunggalkan pengrawit, pendengar dan alam. Yang terakhir sangat sulit untuk diaplikasikan karena seni saat ini bergantung dengan pesanan bukan untuk manunggaling diri dengan alam.
    Salam dari negeri Antah berantah Ki.

  3. Mungkin arti rasa dalam bahasa Indonesia dengan roso dalam bahasa jawa beda. Kalau secara perpindahan bahasa ya huruf O di Indonesiakan menjadi A tapi kalau jadi kalimat koq agak gimana gitu.
    Rasa sebagai kemampuan karawaitan😕
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • sebelumnya minta maaf pak, disini rasa dalam penggarapan gending-gending, dalam bahasa karawitan sudah banyak yang di indonesiakan, misal pathet menjadi patet, , gendhing menjadi gending

  4. Apa pun itu, dalam hal seni, saya hanya mampu jadi penikmat aza😀

  5. wah fotonya beganti mas … dari yg menggunakan kaos ehhh malah pake pakaian kumplit … kaya jamu aja …
    lanjutkan teruskan dan tuntaskan mas ….

  6. rasane yen dirasani piye ya,..yo rasah dirasakne
    tinggal bilang saja rasain elu gak punya perasaan
    …….
    kalau saya di kimia ada rasa dan ada citarasa, seperti bilang bejo ada TASTE, FLAVOUR
    Pada rasa, yang berperan adalah indera perasa
    pada citarasa yang berperan adalah pancaindera yang memberi sinyal kesan rasa
    halah mboh…rasakno dhewe

  7. wah ini artikel yang ditunggu-tunggu, mantab KI
    rasanya baru kemarin posting gak kerasa ya
    rasakan sensasi ngeblog….. muantab tenan

  8. Assalaamu’alaikum saudara Ngatirin

    Salam kenal dan terima kasih sudah berkunjung ke blog saya.

    Sentuhan rasa dalam dunia muzik bisa menjadikan seseorang itu menjiwai dunianya. Perbezaan cita rasa membawa pelbagai rentak irama sehingga melahirkan kreativiti manusia untuk melahirkan jenis rentak yang mengkagumkan. Semua itu bagi merasai apa yang dijiwai.

    Tulisan yang bagus untuk memperkenalkan budaya seni muzik bagi peningkatan ilmu penegtahuan.

    Salam ceria dari saya di Sarawak.

  9. tidak mengurangi penghormatan terhadap seni karawitan, saya termasuk kurang mampu me”rasa” ken kalau diartikan sebagai menikmatinya secara mendalam. sukses selalu Pak.

  10. di sunda juga ada karawitan, biasanya diiringi dengan kacapi..
    di gamelan jawa ada kacapi ga ya?

    • kalau dijawa yang mirip dengan kecapi yaitu, siter dan clempung. siter dan clempung ini merupakan instrumen garap, yang juga bisa berdiri sendiri tanpa dibarengi dengan sajian gamelan yang komplit.

  11. mas mau tahu akun atawa username di fesbuk kunjungi blog ku ini ya

  12. Wuih…. muantab suratab, apalagi jika membaca sambil ndegerin lagu karawitan…. mak nyus…🙂

  13. Wah njenengan dalang toh, salam kenal, bejo kemayangan iki, saya tuh penggemar berat wayang kulit terutama dalang Hadi Sugito dari Toyan Wates Kulon Progo Yogyakarta, semua lakon dah saya dengarkan mungkin banyak yang berulangkali, dalang lain juga suka tapi macam :
    1. Ki Anom Suroto (Semar Mbangun Kayangan) pertama kali ndengar wayang sampai selesai dan langsung kesengsem, waktu itu belum bawa Bayu Aji
    2. Ki Manteb Sudarsono (Termasuk jarang denger)
    3. Ki Entus sukmono (Ngleleng ning Kutbah-e lumayan-Kendel ngaplengi pejabat)
    4. Ki Timbul Hadi Prayitno (yang dari bantul) Pakem banget yen iki.. salah satu dalang sepuh.. selain Ki MAnteb
    5. Alm. Ki Hadi Sugito. ini dalang favorit saya, komunikatif pinter menghidupkan dialog, Lucu banget..hehe

  14. […] dalang menyesuaikan keprak dengan kakinya dan perasaanya karena besar kecilnya bentuk keprak itu juga tidak ada standarnya, ada yang suka lebar, tebal, […]

  15. banyak kalangan muda yang beranggapan kalau seni tradisi dianggap kuno, jadul dan tidak sesuai dengan perkembangan jaman, akan tetapi sekarang sudah banyak orang yang berani mengungkapkan perasaannya berkaitan seni tradisi. kalau boleeh saya berkomentar HANYA DENGAN SENI TRADISI KITA BISA MEMBENTENGI BUDAYA LUAR YANG MASUK DI NEGARA KITA. menumbuhkembangkan semangat kebangsaan dengan kearifan lokal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: