Sulukan Dalang Dalam Wayang

Tak asing lagi dengan kata-kat wayang, karena sudah terkenal didunia nyata maupun maya. Wayang juga tidak luput dengan dalang, didalam pementasanya dalang ini bekerja maksimal semua  indera bekerja, mata melihat sabetan dikelir, tangan untuk memainkan bonekan wayang, kuping untuk mendengarkan iringan supaya sesuai dengan gerakan wayang, mulut untuk menyanyi mengolah vokal dari tokoh satu atau dua bahkan sampai empat tokoh. Dalang juga merupakan aktor,aktris,ataupun yang lain. Disini biasanya dalang mempuyai patokan yang dimiliki kurang lebih :

  • Gendhung : mempunyai kemampuan/ percaya diri
  • Gendheng : tidak bisa dicampuri oleh orang lain/ mempunyai jati diri
  • Gendhing  : menguasai seluk beluk karawitan, olah vokal,maupun yang lain
  • Gandhang : harus bisa menyampaikan sesuatu yang diharapkan masyarakat,pendengar,penonton

Sudah saya katakan di postingan Ki Wowos Dalang Bartim bahwa wayang itu tidak akan punah terbukti sudah ratusan tahun lamanya sejak  abad ( XI ) jaman erlangga sampai abad XXI sampai sekarang masih eksis karena wayang :

  • Peralatanya mudah didapat
  • Cerita filosofisnya sesuai dengan pandangan hidup masyarakat/ falsafah atau cristalisasi dari nilai-nilai yang diyakini dalam kehidupan
  • Sering dipentaskan dan meyesuaikan dengan perkembangan jaman
  • Selalu terkait dengan kehidupan manusianya misalnya ruwatan,sunatan,nikahan,bersih desa ulang tahun dan yang lain

Wayang  tontonan yang penuh dengan tuntunan, falsafah. Pementasan wayang tidak luput dengan iringan gamelan entah wayang purwa,banjar,golek ,kancil dan yang lain-lain. Iringan wayang antara lain adalah : karawitan, dhodhokan, keprakakan, sulukan, suara tawa para penonton/penabuh. Apa bila salah satu iringan tersebut tidak dapat terpenuhi dalam pementasanya rasanya akan seperti makan sayur tanpa garam. Disini saya akan bercerita salah satu iringan wayang purwa yang selalu lekat dengan pementasan wayang yaitu SULUKAN.

Sulukan adalah vokal seorang dalang yang mempunyai cakepan/syair dan melodi (pentatonis) tertentu, berfungsi untuk mempertegas suasana drama/dialog dalam adegan wayang sehingga dapat menghipnotis para penonton maupun pendegar hanyut dalam cerita tersebut.  Sulukan wayang purwa pun juga tidak bisa berdiri sendiri harus diberengi beberapa instrumen gamelan yang mendukungnya. sulukan terbagi  bermacam-macam antara lain:

Pathetan : ageng, jugag, wantah, kedhu mataram, jingking, lindur. Patehtan ini dibarengi instrumen gamelan diantaranya : gender, rebab, gong, suling, gambang yang semua alur melodinya searah dengan sulukan dalang.

Sendhon : tlutur, pananggalan, rencasih, bimanyu, kloloran, kagok ketanon. Sendhon ini juga dibarengi instrumen gamelan diantaranya: gender, gong, suling, gambang yang semua alur melodinya searah dengan sulukan dalang.

Ada-ada   : girisa,astakuswala alit dan ageng, budhalan metaram dan lain-lain. Ini juga dibarengi instrumen gamelan diantaranya: gender, gong, kempul, dhodhokan, sisiran keprak yang semua alur melodinya searah dengan sulukan dalang.

Adapun iringan sulukan yang diharapkan, penerapanya sesuai dengan suasana yang dibentuk oleh dalang tersebut contoh Pathetan untuk mempertegas suasana yang agung, Sendhon untuk mempertegas suasana hening, sedih, trenyuh, Ada-Ada untuk mempertegas suasana tegang. Semua itu dilakukan oleh dalang didalam pementasanya agar ada interaksi penonton dalam melihat mendengar supaya dapat merasakan suasana dalam  pertunjukan yang dibangun oleh dalang, sehingga pementasan yang berdurasi waktu kurang lebih tujuh jam tidak terasa membosankan.

Berikut ini adalah beberapa contoh cakepan/syair  yang digunakan oleh dalang dalam sulukan.

Cakepan 1 Cakepan 2
Asri rengganing gunung

Tirtane balumbang wening   O……

Sekar -sekar jinembengan       O…….

Mepake kang sari-sari      O………

Kaya taman arga suta unggyaning putri manthili

Ana pandita akarya wangsit

Pindha kombang ajbing tawang

Susuh angin ngendi nggone

Lawan galihing kangkung

Wekasane langit jaladri

Isine uluh wung wang

Lan gigiring unglu

Tapake kontul hanglayang

Manuk miber uluke ngungkuli langit

Puspita panjrahing tawang

20 Tanggapan

  1. salam kenal kembali dari magelang pak….

    jabat erat selalu

  2. Entah sudah berapa lama saya tidak nonton pertunjungan wayang secara live. Di Pekalongan seni ini nampaknya semakin kurang populer, hemh … padahal saya seneng banget seni budaya ini. Barito Timur layak berbangga memiliki Ki Wowos.

    • Ya biar tahu apaitu suluk, yuk kita pergi kesuluk
      ternyata lebih untuk membawa suasana ya…woh pantas dalang yang baik sering dtinjau dari suluknya, kanera bisa membawa suasana

    • niat hati ingin mengembangkan bakat pak, semoga pekalongan selain terkenal bathiknya juga budaya yang lainya
      salam rahayu

  3. Luar Biasa,…. salut Ki atas ilmu pedalangan yang Ki Wowos miliki, lebih salut lagi karena dengan goresan penanya bersedia berbagi. Semoga sukses selalu dan tradisi Wayang jangan sampai lepas dari Indonesia, lebih-lebih sampai diaku negara lain.

    • sama-sama pak, ini baru belajar menulis pak mohon maaf bila ada yang tidak sesuai, dan pengetahuan tentang seluk beluk wayang juga bisa diinformasikan lewat dunia mayaa, bukan hanya disekolahan atau dilingkungan yang formal aja, terimakasih atas kunjunganya

  4. Udah lama banget saya nggak nonton wayang secara langsung.

    Dulu sewaktu kecil saya masih sering nonton, meski nggak sampai selesai.

  5. kalo saya, favorit banget sama si cepot, kang asep sunandar sunarya bisa bikin wayang golek makin inovatif & dinamis.. ^^

    • iya mas, yang penting suka dengan budaya indonesia, selain itu boneka wayang golek itu berbentuk tiga dimensi jadi mudah nutuk berinovatif, wayang purwa itu berbentuk dua dimensi tapi tidak susah juga mengembangkan gerak maupun inovasi lainya

  6. maju terus ki dalang, blognya bagus sekali

  7. salam kenal ki wowos
    infonya mantabbbs

  8. salam kenal balik KI
    senang sekali bisa kenalan dengan anda….
    sukses ki

  9. pak dalang memang pemahamannya luar biasa
    makaci bos

  10. sebenarnya sy ingin menyenangi nonton wayang, tp kurang paham bahasanya (maklum org Jawa gede di bekasi). Mgkn klu di tv bs disertakan teks terjemahan indo-nya

    • ada satu pertunjukan yang langsung diterjemahkan dengan bahasa inggris, yaitu pertunjakan wayang pak purba asmara, kalau untuk yang lain saya kurang tau

  11. Selamat malam Ngatirin, wah saya senang menonton wayang karena dalam ceritranya biasanya ada pesan moral yang mendidik, yang disesuaikan dengan perkembangan zaman, dan benar ngatirin wayang orang atau wayang kulit tidak pernah ketinggalan zaman, meskipun zaman sudah canggih orang selalu rindu dengan yang tradisional, selain hoby, wayang masa kini bisa juga dikatakan moderen karena disesuaikan dg zamannya, trims ya share yang menarik.

    • inggih ibu jangan lupa besok pada tanggal 19 september 2010 saya juga pentas wayangan semalam suntuk di desa sumberejo, bambulung pematang karau, barito timur kalteng bu, mungkin kalau ada kesempatan harap kehadiranya

  12. […] Sebagai iringan ada-ada (sulukan) […]

  13. […] saya ajak menelusuri bagian dari pertunjukan wayang  salah satunya yaitu masalah dhodhokan dan sulukan, kali ini saya akan mencoba lagi belajar menulis keprakan yang dilakukan oleh dalang dalam […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: