Pergeseran Budaya (Seni Karawitan)

Kebudayaan itu dibuat  oleh manusia untuk memenuhi  kebutuhan hidup manusia oleh karenanya setiap saat terjadi perubahan atau bergerak  dari yang sederhana sampai yang kesempurna sehingga ada norma-norma tertentu, ini dibuat untuk  acuan sekelompok  tertentu dan inilah dapat disebut ADAT ISTIADAT, walaupun bersifat konfensional tetapi tetap diakui kebenaranya maka jika ada salah satu anggota masyarakat yang tidak mematuhi konfensi itu maka dia akan tersisih pada masyarakatnya.

Faktor penyebab bergesernya budaya

  • §  Dinamika jaman, sistim politik, tehnologi. Jadi sesuatu hal yang dihasilkan manusia juga untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.
  • §  Sistim religi juga berbeda dari animisme dinamisme bergeser ke kepercayaan wahyu yang diturunkan oleh Allah/Tuhan. Sebetulnya agama dilepas dari kebudayaan karena bukan rekayasa tetapi dari Allah/Tuhan. Akan tetapi dalam agama ada unsur-unsur budaya antara lain pakaian, tempat ibadah.
  • §  Sistim pencaharian, dulu orang mengandalkan pertanian, tapi untuk sekarang orang semakin bertambah lahan semakin sempit, untuk itu orang membukak lapangan pekerjaan sistim industri yang semuanya diatur dari sistim kerja maupun gaji.
  • §  Berhubungan dengan kesenian jawa dari gending-gending jawa juga harus juga ada pemadatan dan di tata seefisien mungkin sehingga disakan tidak jenuh maupun yang lainya.
  • §  Karena banyaknya kepentingan manusia yang berbeda-beda, dalam kesenian ada sistim pengokohan kapitalisme, misal musik-musik nusantara digiring untuk menyukai musik POP. Sistim kapital adalah siapa yang mempunyai kekuatan banyak maka dialah yang menang. Ketika orang sudah digenggam oleh kapitalisme maka arahnya adalah matrialisme, misal membuat produk musik yang disenangi orang, jadi tidak memikirkan “rasa” pendek kata apapun yang menjadi kesenagan masyarakat itulah yang laku dalam masyarakat contohnya musik POP. Adapun ciri-ciri dari musik pop itu antara lain :
  • Isinya tentang cerita
  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa bahasa sehari-hari
  • Mudah ditangkap
  • Banyak keragaman/ tidak “homogin” didalamnya
  • Ada sistim bintang
  • Memiliki sifat dan karakteristik intertaine, oleh karena itu berkaitan dengan karya industri, supaya partisipasi masyarakat banyak
  • Bersifat komersial
  • Bersifat rileksasi/ buat senag-senang
  • Mudah ditiru, karena masyarakat mudah terlibat dan untuk kesenangan-kesenangan maka masyarakat juga mau untuk mengeluarkan uang
  • Dalam karawitan jawa gendhing-gendhing  Pak Narto Sabdo juga merupakan POP sehingga terlaris dimasyarakat. dalam  intertaine, sinden juga masuk dalam dunianya karena mungkin dapat berdialog dengan audien yang ada. Musik POP laku cepat karena dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dengan kondisi yang ada di dalam masyarakat itu sendiri.

20 Tanggapan

  1. Hayo siapa yang mau tetap idealis dengan berpegang teguh pada budaya lama? Resikonya ya pasti nggak laku dijual.😀

  2. wah, soal budaya, saat kita telah banyak meninggalkan budaya, banyak loh orang luar negeri telah bosan dengan budaya mereka dan mulai belajar budaya kita, sudah banyak contoh yg saya liat.

  3. ya sekarang kita sebagai seniman harus berupaya semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan masyarakat, apa yang diinginkan apa yang menjadi selera mereka asal tidak menghilangjan BABON dari seni tradisi yang bersifat unggah ungguh dalam seni tradisi.nuwun

  4. Saya punya sebuah contoh sebuah mall di Surabaya yang sering memutar gending jawa yang mengiringi masyarakat berbelanja. Modernitas tidak serta merta menghilangkan budaya asli kita jika kita sendiri kreatif dan berusaha memadukannya sehingga kebudayaan negeri ini masih tetap lestari.
    Trims🙂

  5. memamg wayah ini banyak hal yg dapat menggeser eksistensi budaya ( wayang ) tapi yakin aja bahwa wayang akan tetap tegar ditengah arus globalisasi karena wayang punya kekuatan untuk menangkalnya berupa filsafat, seni l,estetika, etika dan olahraga

  6. kata-kata yg asalnya bahasa asing (inggris) banyak yg salah tulis, btw maju terus dan bikin lagi tulisan berikutnya…sukses

  7. ulun sabagai urang nang tinggal dan takumpul wan kakawanan, kada kawa bapadah apa-apa.. kada papa pang, inggan takurihing haja

  8. kira-kira menggesernya enak-an kemana ya Ki..?

  9. risiko peralihan era, mas. nanging kito mesti nguri-uri lan nglestarekaken budoyo kito

  10. jamannya sudah modern, byk kebudayaan yg mulai di sisihkan oleh generasi muda…😦

  11. yukkk kita jaga warisan nenek moyang kita…jangan sampe kalah sama kebudayaan luar negeri yg mulai mendominasi.

    salam, ^_^

  12. saya cuma mo bilang : I Love Indonesia..apapun situasinya…:mrgreen:

  13. Dengan pergeseran budaya saya berharap wayang kulit khususnya tidak keluar dari pakem, wayang mbeling boleh saja tetapi karakter dan tokoh seharunya tidak mengambil yang sudah ada, tidak natural lagi kalau begitu. Wayang kulit harus tetap dipertahankan, harus tetap hidup, harus tetap memiliki ciri sesuai aslinya. Kalaupun harus terjadi perubahan mungkin pada asesoris yang tidak merusak pakem. Pertahankan pak,…Wayang kulit harus tetap hidup. Ki Wowos harus memiliki generasi. Salam persahabatan dari Pekalongan.

  14. ngritik sithik : Basamu tatanen sing runtut. iki isih makalahe cah STSI semester III. nek nerjemahke basa jawa nyang basa indonesia aja mung waton nerjemahke, dijupuk intisarine wae. saben ganti paragraf sing cetha “tema-ne”. musik pop kwi tegese ana loro; 1.salah sawijine gaya musik, 2. musik POPuler(musik sing panggawene mung nuruti selera pasar). pangerten loro kwi kudune mbok terangke lwh dhisik. Oke.. met menempati rumah baru.. pasangi AC lho wos, ben ra sumuk. YO NDANG KAYA NGAPA YOOOOOO…… MAN KEPLEE…SINIIIIIIII…..

  15. […] Bergesernya waktu dan perkembangan jaman yang serba canggih dan instan, saat ini sepertinya tembang dolanan sudah tersingkir jauh. Jangankan anak-anak, sedangkan orang tua saja sudah jarang yang mengerti tantang tembang dolanan ini. Bila kita pikir secara dalam , masyarakat jawa sudah kehilangan tembang dolanan. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: