Ayo Indonesia

Prestasi pendidikan Indonesia  makin melemah. Ini menjadi suatu masalah yang besar bagi kemajuan Indonesia untuk menjadi Negara yang bermutu dan Negara yang  bisa menjauh dari kemiskinan dan kebodohan supaya dapat membangun negeri ini menjadi Negara yang super power dalam berbagai bidang. Rasanya aku ingin impian-impian itu jadi kenyataan walaupun tidak bisa ditentukan akan tetapi setidak-tidaknya harapan itu selalu membayangi diri saya dan semua warga Negara Indonesia yang terkaya ini.

Berbagai sarana pemerintah sudah disediakan untuk menujang pendidikan supaya lebih bermutu agar dapat menjadi Negara Indonesia ini supaya lebih berprestasi, tetapi semua itu masih belum di manfaatkan seefisien dan semaksimal mungkin.  Ah………………. Saya kira bukan itu saja yang menjadi alasan……………………. Apa mungkin pengajarnya juga ya ?????????? Sebelum kita memvonis suatu masalah mari kita lihat realita kehidupan di masyarakat, lingkungan sekolah dan di daerah, PMB di kelas, pemerintah daerah, pemerintah pusat.

Semua yang terkait dalam menyukseskan generasi bangsa ini harus bersatu padu dan mempunyai kesamaan presepsi dalam mendidik dan mencetak  calon-calon kader bangsa yang lebih unggul serta berakhlak mulia. Apalagi bagi para pendidik yang sudah mendapatkan sertifikat/ gelar professional saya kira akan semakin semangat dalam meningkatkan mutu dalam pendidikan terutama meningkatkan kemampuanya untuk menjadi pengajar yang teladan dan mampu menerapkan ketentuan kurikulum yang berlaku sehingga dalam proses PMB penuh inovasi serta apresiasi dan yang tidak kalah pentingnya adalah medidik dengan penuh kasih sayang dan ke-ikhlasan hati

Bergulirnya waktu, majunya perkembangan jaman, pergeseran budaya mempengaruhi pendidikan, semua itu tidak bisa terhindarkan karena ini memang sudah menjadi kehendak sang Pencipta alam semesta ini. Tapi manusia itu sebagai makhluk Allah yang paling sempurna diantara makhuk lain yang hidup di dunia ini manusia mempunyai panca indera yang lengkap dibanding hewan dan binatang.

Negara Indonesia sudah berumur 65th, bisa kita refleksikan kepada manusia yang berumur 65th. Orang yang sudah berumur sekian itu bisa digolongkan sudah tua dan sudah mempunyai pengalaman yang luas, pendidikan yang cukup,mapan,  mengalami beberapa perubahan cara hidup. Mungkin tidak beda jauh dengan Indonesia yang sudah berumur 65th ini, tapi kenapa sangat jauh dengan keadaan bangsa Indonesia. Siapa yang bisa di salahkan……………………..????????????

Hidup bernegara berbangsa sudah ditinggalkan demi kepentingan sesaat, rasa berbangsa sedikit demi sedikit terkikis habis, rasa kemanusiaan sudah tidak ada harganya terbukti sering kita melihat kejadian pembunuhan, mutilasi, pemerkosaan, tidak adanya keadilan bagi orang miskin, korupsi merajalela ….. siapa yang bisa mengembalikan keadaan menjadi lebih aman dan damai??????????? Kecuali pribadi kita sendiri.

Hayoooo Indonesia tunjukkan dimana rasa kemanusiaanmu

Hayoooo Indonesia tunjukkan dimana rasa tanggun jawabmu

Hayoooo Indonesia tunjukkan kepribadianmu yang penuh kegotong royongan

Hayoooo Indonesia tunjukkan budayamu yang beragam dan penuh dengan nilai etika

Hayoooo Indonesia tunjukan jati dirimu

 

 

11 Tanggapan

  1. endonesa harus Bank IT
    pendidikan menjadi tanggung jawab bersama
    viva pendidikan

  2. postingan motivasi yang bagus, mas ngatirin. memang pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga butuh sinergi dengan komponen bangsa yang lain. meski demikian, pemerintah sbg pengendali kebijakan tetap menjadi unsur penentu. pendidikan negeri ini akan maju kalau benar2 sdh jadi panglima. sayangnya, hingga saat ini yang jadi panglima bangsa masih politik mlulu.

  3. Betul..betul..betul. Indonesia perlu dimotivasi😀

  4. hidup Indonesia
    i love Indonesia

  5. Saya sepakat dengan p Sawali, Pak.

  6. mari semangat membangun dimulai dari lingkungan kita🙂

    :salam:

  7. berbagai ragam masalah telah dihadapi indonesia, terutama dalam bidang pendidikan, banyak hal yg hrs kita ketahui, saat ini indonesia telah terpengaruh dg budaya asing, anak2 senang budaya asing, lg pop, rock, bean, drpada budaya sendiri,maka khususnya para guru sdh barang tentu andil dalam hal ini dalam membangkitkan anak2 untuk senang dg budayanya, pimpinan sekolah jg mendukung program guru seni, pemerintah lebih banyak mangdakan event kesenian, meskipuin menelan biaya yg tk sedikit, tapi semua bisa diatur dengan berbagai efisiensi

  8. Sip…..tambahan….jauhi mental ‘inlander’…..qt harus jd tuan di negeri sendiri……pesan Bung Karno JAS MERAH (Jangan sampai melupakan sejarah)…….tq atas kontempelasinya…..

  9. mantabbbbbbbbbbb ..

  10. […] Pengaruh dari majunya teknologi malah bisa menjadikan negative untuk tembang dolanan, faktanya anak-anak dijaman sekarang ini lebih menyukai lagu dari goub band karena di media televise hamper tidak pernah menayangkan Tembang dolanan. Perusahaan hanya memikirkan keuntungan semata dari pada melestarikan budaya bangsa. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: