KARYA PARA WALI DALAM WAYANG KULIT

Boneka Wayang kulit jawa adalah symbol dari kehidupan manusia dimuka bumi ini. Ceritra wayang berasal dari india melalui serat Mahabharata dan Ramayana. Dalam wayang jawa oleh para wali sebagai shiar agama Islam dalam memperluas ajaranya. Sehingga oleh para wali perlu adanya penambahan tokoh dalam dunia wayangnya antara lain adalah punakawan. Dalam ceritra asli dari india punakawan ini tidak di temui karena ini ciptaan dari para wali tanah jawa.

Punakawan ini adalah abdi dari para kesatria yang berbudi luhur serta berakhlak mulia dalam menjalankan dharmanya sebagai seorang kesatria. Semar adalah orang yang kaya tentang ilmu dan pengetahuan dan selalu memberikan pemikiran yang cemerlang yang disumbangsihkan kepada yang diikutinya sehingga yang diikutinya pun selalu yakin dalam jalan kebenaran. Gareng memiliki ide-ide cemerlang dan selalu disumbangkan kepada tuanya atau bendoronya, dan dia hanya bergerak dibalik layar. Petruk  seorang yang pandai berbicara. Dan Bagong adalah bayangan dari semar cerdas dalam menyampaikan kritik-kritik yang dilontarkan lewat humornya.

Punakawan yang diciptakan para wali antara lain adalah

  1. Semar, berasal dari bahasa arab simaar atau ismarun yang berarti Paku, dalam dunia kita paku adalah alat untuk menancapkan barang atau sesuatusupaya  tegak, kuat, tidak goyah. Dengan maksud setiap bendoro yang diikuti selalu tegak dan kuat dalam menjalankan tugasnya.
  2. Gareng, berasal dari kata naala qorin   yang artinya memperluas sahabat, dengan adanya nala gareng yang selalu mendampingi bendoronya, akn selalu mendapatkan teman banyak yang dapat membantu dalam menjalani kewajibanya.
  3. Petruk, berasal dari kata Fatruk yang berarti tinggalkan yang jelek. Disini dalam perjalanan untuk menjalankan darmanya sebagai seorang kesatiria pengalaman –pengalaman yang baik yang harus di sebarluaskan kepada orang sekelilingnya.
  4. Bagong, berasal dari kata bagho yang berarti penuh dengan pertimbangan, sesuatu yang dilakukan oleh kesatria penung dengan pertimbangan yang akhirnya akan selalu mendapat kebahagiaan dunia dan akherat.

6 Tanggapan

  1. weh ternyata punakawan itu memiliki nilai-nilai yang bagus
    kalau limbuk itu apa ya rekaan

    • kalau Limbuk itu dari nama orang tuanya digabung. nama ayahnya sarkali dan ibunya Kembuk, diambil belakangnya dari kedua orang tuanya jadilah LIMBUK, iki nggur guyon maton……. hehehehee

  2. Ternyata… Cerita wayang punya sejuta pelajaran yg patut utk di gali. Sip dah, waduh pak, kok sifat para punakawannya nggak aku buanget(apalagi si petruk) hoho

    • aahhhh nggak begitu mbak lia…….. tulisan anda itu sudah baik dari pada tulisan saya………. tinggal hanya mempraktekan ke publik aja….. itu……..

  3. semoga aku bisa seperti punakawan heee pengen seperti tokoh semar yg memiliki ilmu pengetahuan yg banyak dan luas dan tokoh wayangg bagong yang mendapat kebahagian dunia akhirat amiiieeenn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: