sinopsis pandhawa Hambangun

SINOPSIS

Kejujuran, keadilan dan kesehjateraan adalah impian yang diharapkan bagi semua rakyat, namun semua itu hanya khyalan belaka, dimana kebijakan seorang pemimpin yang selalu memenangkan kaum kapitalis, dimana perilakunya selalu hanya menindas kaum yang lemah tanpa memikirkan akibat yang dirasakan oleh rakyat.

“Apakah keadaan ini akan berlanjut?”

“Apakah semuanya akan belarut – larut?”

“apakah semua ini akan kita biarkan saja”?

“ Tidak………”

Semua perbuatan pasti ada balsannya.

Bratasena penegak Pandawa tidak terima akan semua itu, dengan penuh tanggung jawab dan dibantu oleh keluarga Pandawa, mereka bersatu padu untuk memulai dan membangun keperintahan yang baru dengan penuh kebijaksanaan, keadilan dan ketentraman, didukung oleh semua pihak lapisan masyarakat, semua itu bukan hanya khayalan dan impian belaka, sudah pasti akan terwujud.

Sura Dira Jaya Ningrat Lebur dening pangestuti bersama Ki Wowos Subandono dengan cerita (Pandhawa Hambangun).

KITA SAKSIKAN DI T.K.P

Sanjungan menyelimuti diriku sampai-sampai aku terlena oleh pujian, bersyukur aku sadar bahwa semua pujian itu hanyalah racun yang menghambat perjalananku meraih sukses. Jumat, tanggal 23 September 2011 hari itu suasana kota buntok diramaikan oleh sejumlah pedagang kaki lima yang memang sengaja ke Plaza Beringin dalam rangka ikut berpartisipasi merayakan hari Jadi Kabupaten Barito Selatan.

semua rangkaian acara hiburan pun juga tersaji pada malam itu yang membikin kota buntok diselimuti suasana kegembiraan dan kebanggaan yang tak terkira hingga keadaan itu membuatku terkagum-kagum. selain itu juga warga masyarakat Barito Selatan bersyukur ata suksesnya PILKADA yang telah dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2011 yang telah dimenangkan oleh Bpk Drs. Farid bersrta wakilnya dan menjabat menjadi Bupati Barito Selatan.

salah satu rangkaian hiburan saat malam itu adalah Wayang kulit semalam suntuk yang diselenggarakan oleh panitia dengan mengambil dalang Ki Wowos Subandono dari  Ampah, Dusun Tengah, Barito Timur. beliau adalah salah satu pengajar di SMA Negeri 1 Dusun Tengah juga. pengiring pertunjukan wayang kulit tersebut dari Paguyuban Panji Malawen yang tak jauh dari kota Buntok juga.

malam itu pentas berjalan sukses walaupun sebelumnya diguyur hujan yang sangat deras namun antosian penonton tidak surut tetapi malah makin padat hingga sampai habis pertunjukan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: