PENDIDIKAN KELUARGA

Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama, karena dalam keluarga inilah anak pertama-tama mendapat didikan dan bimbingan. Juga dikatakan lingkungan yang utama, karena sebagian besar dari kehidupan anak adalah didalam keluarga.Tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah sebagai peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup keagamaan.

Didalam pasal I UU perkawinan nomor 1 Tahun 1974, dinyatakan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera berdasarkan Ketuhanan Yang maha Esa.

Dengan terlihat betapa besar tanggung jawab orang tua terhadap anak, bagi seorang anakm keluarga merupakan persekututan hidupa pada lingkungan keluarga tempat dimana ia menjadi diri pribadi atau diri sendiri.

  1. 1.    Fungsi Dan Peran Pendidikan Keluarga
  2. Pengalaman pertama masa anak-anak.

Dalam keluarga anak didik mulai mengenal hidupnya. Hal ini harus disadari dan dimengerti oleh tiap keluarga, bahwa anak dilahirkan didalam lingkungan yang tumbuh dan berkembang sampai anak melepaskan diri dari ikatan keluarga.

Tabularasi adalah sebuah teori dikemukakan oleh John Lock seorang tokoh aliran Empirisme, yang menyatakan bahwa anak lahir dalam keadaan suci bagai meja lilin warna putih. Maka lingkunganlah yang akan menentukan kemana anak itu dibawa.

  1. Menjamin kehidupan emosional anak

Kehidupan emosional ini merupakan salah satu faktor yang terpenting didalam membentuk pribadi seseorang.

  1. Menanamkan dasar pendidikan moral

Didalam keluarga juga merupakan penanaman utama dasar-dasar moral bagi anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan perilaku orang tua sebagai teladan yang dapat dicontoh anak.

  1. Memberikan dasar pendidikan sosial

Perkembangan benih-benih kesadaran social pada anak-anak dapat dipupuk sendiri mungkin, terutama lewat kehidupan keluarga yang penuh rasa tolong menolong, gotong royong secara kekeluargaan, menolong saudara atau tetangga yang sakit, bersama-sama menjaga ketertiban, kebersihan dan keserasian dalam segala hal.

  1. Peletakan dasar-dasar keagamaan

Masa kanak-kanak adalah masa yang paling baik untuk meresapkan dasar-dasar hidup beragama. Dalam hal ini tentu saja terjadi dalam keluarga.

Kehidupan dalam keluarga hendakny memberikan kondisi kepada anak untuk mengalami suasana hidup keagamaan.

Tanggung Jawab Keluarga

Dasar-dasar tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan anaknya meliputi hal-hal sebagai berikut.

  1. Adanya motivasi atau dorongan cinta kasih yang menjiwai hubungan orang tua dan anak.
  2. Pemberian motivasi kewajiban moral sebagai konsekuensi kedudukan orang terhadap keturunanya.
  3. Tanggung jawab social adalah bagian dari keluarga yang pada giliranya akan menjadi pertanggung jawab masyarakat, bangsa dan Negara.
  4. Memelihara dan membesarkan anaknya.
  5. Memberikan pendidikan dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupan anak kelak, sehingga ia telah dewasa akan mampu hidup mandiri.

4 Tanggapan

  1. Walaupun Saya Belum Berkeluarga, Tapi Terima Kasih Banyak Infonya.😀

  2. Ouh…. Mantapp banget, bro…..🙂
    buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Anak laksana sebuah kertas putih polos, apa yg di ajarkan orangtuanya, ya itu lah jadinya nanti. Meskipun, nanti akhirnya bisa terpengaruh juga oleh suasana lingkungan dan teman-temannya

  3. anaknya lucu pak, dan kali ini saya komen lagi gak mabuk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: