KEPRAKKAN WAYANG

Keprakan, dari paparan sebelumnya  anda sudah saya ajak menelusuri bagian dari pertunjukan wayang  salah satunya yaitu masalah dhodhokan dan sulukan, kali ini saya akan mencoba lagi belajar menulis keprakan yang dilakukan oleh dalang dalam pertunjukan wayang purwa gaya Surakarta.

Keprakan hayoooo siapa tahu tentang keprakan??????.  keprak ini sangat penting sekali bagi seorang dalang bahkan sampa ada yang mengatakan istri kedua dalang kare kemanapun pentas selalu dibawa dan digunakan sebagamana mestinya.

Keprak ini terbuat dari bahan perunggu ada juga monel/stenles dan ada juga yang menggunakan bahan dari besi. Keprak dalam wayang purwa gaya Surakarta berbunyi preeeekkk beda dengan wayang gaya jogja kepraknya berbunyi thiiiing. Lebar keprak ini kurang lebih 10cm – 15cm dan panjang kurang lebih 15cm – 20cm. Keprak gaya Surakarta ini bukan hanya satu saja yang digantung/susun pada kotak wayang melainkan beberapa buah yang disusun sesuai keinginan dalang, standarnya itu ada lima, yang bagian-bagianya ditentukan oleh pengguna sendiri, missal penitir, jejakkan, kupingan dan sebagainya.

Macam –macam keprakkan wayang purwa gaya Surakarta antara lain : mbanyu tumetes, sisiran, jeblosan.

Para dalang menyesuaikan keprak dengan kakinya dan perasaanya karena besar kecilnya bentuk keprak itu juga tidak ada standarnya, ada yang suka lebar, tebal, tipis, sempit, kesemuanya itu selera pengguna tidak ada salah dan tidak ada benar.

Fungsi keprakan bagi kidalang antara lain :

  • Sebagai iringan ada-ada (sulukan)
  • Memberi aba-aba kepada pengiring untuk mempercepat atau memperlambat iringan
  • Memberi aba-aba kepada pengiring untuk memperkeras suara iringan atau memperlemah suara iringan,
  • Singgetan
  • Dalam sabetan wayang untuk memper berat rasa dalam memukul
  • Dan lain-lain

Beberapa alat untuk memberikan kode untuk pengiring wayang melalui dhodhogan, keprakkan, sulukan. Sinyal- sinyal yang diberikan oleh ki dalang melalui kode-kodenya harus cepat direspon oleh pengiring supaya dapat mempertegas suasana dalam adegan-adegan wayang yang dilakukan tetntunya oleh seorang dalang.

3 Tanggapan

  1. pak itu pas waktu pentas wayang di mana ?

  2. Berasal dari daerah mana keprakan wayang ini ‘?

  3. Berasal dari Daerah mana keprakan wayang ini ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: